Skintific Skintific Skintific

DPN: Pertahanan Nonmiliter di Jateng Jadi Perhatian untuk Cegah Dampak Bencana

banner 468x60

Jateng Post  — Dewan Pertahanan Nasional (DPN) memberikan perhatian khusus terhadap penguatan pertahanan nonmiliter di Provinsi Jawa Tengah, mengingat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi. Hal itu disampaikan Deputi Geostrategi DPN, Mayjen TNI Ari Yuliyanto, saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, Kamis.

Ancam Pertahanan non Militer, Bencana Alam di Jateng jadi Perhatian DPN -  PETE NEWS
DPN: Pertahanan Nonmiliter di Jateng Jadi Perhatian untuk Cegah Dampak Bencana

“Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang kami sasar dalam rangka sosialisasi kebijakan umum ketahanan negara, khususnya dalam aspek pertahanan nonmiliter,” kata Ari Yuliyanto.

Daerah Rawan Bencana

Menurut dia, kondisi geografis Jawa Tengah yang memiliki gunung api aktif, wilayah pesisir, serta daerah rawan banjir dan longsor menuntut kesiapsiagaan yang lebih kuat, tidak hanya dari unsur militer, tetapi juga dari sektor sipil atau nonmiliter.

Ari menegaskan bahwa pertahanan nonmiliter merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pertahanan negara yang bersifat semesta. Unsur ini mencakup ketahanan masyarakat, kesiapsiagaan pemerintah daerah, pelayanan publik, hingga kemampuan mitigasi dan penanggulangan bencana.

“Ini bukan semata-mata persoalan keamanan, tetapi juga menyangkut ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman nonmiliter seperti bencana alam,” ujarnya.

Baca Juga : SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi

Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat

DPN menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan kebijakan pertahanan nonmiliter melalui penguatan sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, serta peningkatan kapasitas aparatur dan relawan.

Ari juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, lembaga kebencanaan, dunia pendidikan, hingga unsur masyarakat.

“Ketahanan wilayah tidak bisa dibangun secara parsial. Harus ada sinergi yang kuat antar seluruh komponen bangsa,” katanya.

Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Negara

Kunjungan kerja DPN di Jawa Tengah juga dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi kebijakan umum ketahanan negara kepada pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Dalam forum tersebut, DPN juga menerima berbagai masukan terkait kondisi objektif di lapangan, termasuk tantangan yang dihadapi daerah dalam penanganan bencana dan penguatan ketahanan sosial.

Dorong Kesiapsiagaan Berkelanjutan

DPN berharap penguatan pertahanan nonmiliter di Jawa Tengah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, daerah tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu pulih lebih cepat dari dampak yang ditimbulkan.

“Ketahanan yang kuat adalah yang mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari setiap krisis,” kata Ari menegaskan.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat daya tahan masyarakat Jawa Tengah dalam menghadapi berbagai ancaman nonmiliter, khususnya bencana alam yang berpotensi terus meningkat seiring perubahan iklim.